BANDUNG – Politeknik Al Islam Bandung resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pimpinan Daerah (PD) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bandung. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung Politeknik Al Islam Bandung pada Jumat, 17 April 2026.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh dr. Shiane Hanako Sheba, MKM, selaku Direktur Politeknik Al Islam Bandung, bersama Neny Widyana, S.Psi., M.Pd., Psikolog, selaku Ketua PD Salimah Kota Bandung.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Sinergi ini mencakup beberapa poin krusial yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak serta masyarakat luas, di antaranya:

  • Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM): Peningkatan kapasitas anggota dan civitas akademika.

  • Pendidikan dan Pelatihan: Penyelenggaraan seminar, lokakarya, dan kursus singkat berbasis keahlian.

  • Penelitian: Kolaborasi riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi masalah sosial.

  • Pengabdian kepada Masyarakat: Implementasi program bersama yang menyasar kesejahteraan keluarga dan kesehatan masyarakat.

Komitmen Bersama

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Al Islam Bandung, dr. Shiane Hanako Sheba, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan dunia akademik dengan organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis massa kuat seperti Salimah.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi segera terealisasi dalam bentuk aksi nyata, terutama dalam penguatan edukasi kesehatan dan pemberdayaan perempuan di Kota Bandung,” ujar dr. Shiane.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PD Salimah Kota Bandung, Neny Widyana, menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, dukungan dari institusi pendidikan akan memperkuat program-program Salimah dalam membina kualitas hidup keluarga muslimah.

“Dengan dukungan tenaga ahli dan riset dari Politeknik Al Islam, kami yakin program pelatihan dan pengabdian masyarakat yang kami jalankan akan lebih tepat sasaran dan terukur dampaknya,” tutur Neny.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi terbatas mengenai rencana aksi (action plan) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, termasuk agenda pelatihan bersama dan program kesehatan masyarakat.