Bandung, 21 Januari 2026 — Pengembangan inkubator bisnis dan layanan poliklinik lintas institusi dibahas dalam tindak lanjut kunjungan antara Ir. Hj. Mutiafani Hanafi, MM dan dr. Nono Rustono, A.Md.MP., M.Kes., MCE. Pembahasan tersebut berfokus pada penguatan inkubator bisnis di bawah naungan Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang menaungi RS Al Islam Bandung, RSIA Al Islam Bandung, dan Klinik Pratama Al Islam Bandung.

Pengembangan inkubator bisnis ini ditargetkan untuk mendukung layanan kesehatan yang telah memiliki perizinan, sehingga dapat melayani masyarakat umum secara lebih luas. Sebagai langkah lanjutan, direncanakan kunjungan ke Politeknik Al Islam Bandung (PAIB) yang dinilai memiliki kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung program tersebut.

Maka akan dilakukan inventarisasi dan pemetaan sumber daya melalui rekapitulasi unsur 5M (Man, Money, Material, Machine, dan Method), serta kajian terhadap tahapan perizinan yang diperlukan dalam pengembangan layanan kesehatan.

Dalam pembahasan yang sama, Politeknik Negeri Bandung (Polban) menyatakan keterbukaannya untuk menjalin kerja sama strategis. Poliklinik Polban yang berada di bawah koordinasi Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan diketahui telah beroperasi sejak 2010. Namun hingga saat ini, layanan poliklinik tersebut masih difokuskan untuk civitas akademika karena keterbatasan izin untuk pelayanan publik.

Poliklinik Polban memiliki gedung dua lantai dengan kapasitas yang cukup besar dan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk penambahan layanan kesehatan seperti layanan psikologi. Kerja sama dengan PAIB dipandang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan sekaligus pemanfaatan aset institusi secara lebih maksimal.

Penguatan kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, pengembangan pendidikan vokasi kesehatan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.