Bandung, 10 September 2025 – Untuk meningkatkan mutu dan akreditasi jurnal ilmiahnya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung (PAIB) sukses menyelenggarakan Workshop Peningkatan Tata Kelola Jurnal Teras Kesehatan. Acara yang digelar secara hybrid pada Rabu, 10 September 2025 ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari para pengelola jurnal, termasuk administrator, editor, dan reviewer. Sebanyak 13 peserta hadir secara luring di Ruangan RK 3, sementara 7 peserta lainnya berpartisipasi secara daring.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.45 hingga 12.10 WIB ini dibuka dengan sambutan dan arahan dari berbagai pihak. Pembukaan acara dipimpin oleh Bapak Hadi Juwanda, S.S.T., M.M. sebagai MC, dilanjutkan dengan laporan dari Plt. Ketua LPPM, dan sambutan dari Direktur PAIB, dr. Shiane Hanako Sheba, M.K.M.
Pentingnya Kualitas dan Etika Publikasi Ilmiah
Workshop ini menghadirkan narasumber tunggal, yaitu Dr. Uwes Fatoni, seorang ahli di bidang pengelolaan jurnal ilmiah dan Wakil Ketua III Relawan Jurnal Indonesia. Dalam paparannya, Dr. Uwes Fatoni membagi materi menjadi tiga sesi inti yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta.
Sesi pertama difokuskan pada Etika Publikasi Ilmiah dan Pencegahan Plagiarisme. Sesi ini menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah dalam setiap tahapan publikasi. Dr. Uwes Fatoni menjelaskan berbagai bentuk pelanggaran etika, seperti self-plagiarism, fabrikasi data, dan ghostwriting. Beliau juga memberikan tips praktis dalam mencegah plagiarisme dengan memanfaatkan perangkat lunak pendeteksi kemiripan dan praktik paraphrasing yang benar.
Optimalisasi Peran Administrator, Editor, dan Reviewer
Memasuki sesi kedua, materi beralih ke pembahasan Optimalisasi Peran Administrator, Editor, dan Reviewer dalam OJS (Open Journal Systems). Sesi ini sangat relevan bagi peserta karena OJS merupakan platform yang umum digunakan untuk mengelola jurnal ilmiah. Dr. Uwes Fatoni menjelaskan secara rinci tugas dan tanggung jawab masing-masing peran, mulai dari administrator yang mengelola sistem, editor yang bertanggung jawab atas seleksi naskah, hingga reviewer yang memberikan masukan substantif.
Sesi ketiga merupakan sesi praktik yang membahas Praktik Peer-Review Efektif dan Konstruktif. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami esensi dari peer-review sebagai proses krusial dalam menjamin kualitas artikel. Dr. Uwes Fatoni menekankan bahwa peer-review tidak hanya bertujuan untuk menolak atau menerima naskah, tetapi juga untuk memberikan umpan balik yang membangun. Beliau memberikan contoh-contoh bagaimana menyusun ulasan yang terstruktur dan objektif, serta mendorong reviewer untuk bersikap profesional dan fair.
Workshop ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta tampak antusias dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik terkait kendala yang mereka hadapi dalam pengelolaan jurnal sehari-hari.
Kegiatan ini diharapkan dapat membekali para pengelola jurnal Teras Kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga dapat meningkatkan kualitas, daya saing, dan pada akhirnya, akreditasi jurnal tersebut di tingkat nasional maupun internasional.* (SKIR)

