BANDUNG, 21 April 2026 – Dalam merespons pesatnya perkembangan teknologi medis serta meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang radiologi, Politeknik Al Islam Bandung (PAIB) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari persiapan pembukaan Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP). Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan desain kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi radiologi serta kebutuhan DUDIKA.

FGD secara resmi dibuka oleh Direktur PAIB, dr. Shiane Hanako Sheba, MKM., MCE., yang menekankan pentingnya sinkronisasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kesehatan modern. Hal ini diperkuat oleh Ketua Pengurus Yayasan RSI KSWI Jawa Barat, dr. Dede Setiapriagung, Sp.Rad., M.H.Kes, yang menegaskan urgensi penyiapan SDM radiologi yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan ini menghadirkan para pakar dan pemangku kebijakan di bidang kesehatan untuk membahas empat pilar utama transformasi radiologi:

  • Kebijakan Pelayanan Kesehatan Prioritas: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, MMRS., memaparkan mengenai pada peningkatan kualitas SDM, pemerataan akses layanan, penguatan sistem kesehatan serta peluang integrasi radiologi mutakhir dalam sistem kesehatan nasional.
  • Standar Pendidikan Global: Eka Putra Syarif Hidayat, S.Pd., M.Kes. dari AIPRI membahas mengenai rekonstruksi kurikulum masa depan agar lulusan memiliki kompetensi yang setara dengan standar global.
  • Standardisasi Kompetensi Radiografer di Era Industri 4.0: Ketua PARI Pengda Jabar, Drs. Yusuf Iskandar, S.ST., menggarisbawahi standardisasi kompetensi menjadi kunci untuk menjamin mutu layanan, termasuk penguasaan modalitas canggih, sistem digital, serta penguatan soft skills dan keamanan data. Upaya berkelanjutan melalui pendidikan, sertifikasi, dan kolaborasi diperlukan untuk menciptakan radiografer yang unggul dan berdaya saing global.
  • Integrasi digital dalam protokol imaging canggih: Praktisi dari RSHS, Yuniar Cahya Mayangsari, S.ST., memberikan wawasan mengenai integrasi digital pada protokol imaging canggih seperti CT, MRI, dan radiologi intervensi.

Diskusi yang dipandu oleh Fiddinillah, S.Tr.Kes., M.Tr.ID. ini menghasilkan penguatan bahwa transformasi radiologi membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi tinggi, penguasaan teknologi canggih, serta kemampuan adaptasi terhadap sistem digital. Kegiatan ini juga melibatkan dosen, perwakilan Clinical Instructor (CI), serta mitra rumah sakit yang memberikan masukan berdasarkan kebutuhan praktik dan layanan di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak ini semakin memperkuat kesiapan dan relevansi kurikulum yang disusun dalam mendukung pembukaan Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP).

Para pemangku kepentingan menyatakan dukungan dan kesiapan terhadap rencana pembukaan Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP) di Politeknik Al Islam Bandung. Kurikulum yang disusun secara DUDIKA turut diapresiasi karena dinilai mampu menjawab kebutuhan kompetensi melalui pembelajaran berbasis praktik serta keterlibatan mitra dalam proses pembelajaran dan praktik klinik.

Melalui kegiatan ini, PAIB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program studi yang tepat terap guna, unggul, dan berdaya saing, guna mencetak tenaga radiologi profesional yang siap mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di tingkat regional, nasional dan global.