Bandung, Juli 2026 – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan kaum perempuan, tim dosen Politeknik Al Islam Bandung sukses menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada tahun 2026. Kegiatan ini berfokus pada edukasi kesehatan krusial, khususnya mengenai kesadaran, pencegahan, dan tata laksana pengobatan kanker serviks.
Guna memperluas daya jangkau manfaat, kegiatan PkM ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Bandung. Sinergi ini juga didukung penuh oleh kerja sama lintas sektor, mulai dari unsur akademis hingga praktisi lapangan, yaitu BEM Politeknik Al Islam Bandung, Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI), Puskesmas Rusunawa, Posyandu Teratai 2, dan Posyandu Sakura.
Program edukasi ini menghadirkan dua dosen Politeknik Al Islam Bandung sebagai narasumber utama yang mengupas tuntas kanker serviks secara mendalam namun dikemas dengan bahasa yang ramah awam:
- dr. Shiane Hanako Sheba, MKM
Menyampaikan materi bertajuk “Edukasi dan Deteksi Dini Kanker Cerviks”. Beliau menekankan pentingnya kesadaran kaum perempuan, khususnya Wanita Usia Subur (WUS), untuk melakukan skrining awal secara berkala demi memutus rantai keterlambatan penanganan medis. - Dian Nuramdiani, S.Pd., M.Si.
Melanjutkan pemaparan dari sisi identifikasi lanjut dengan materi “Deteksi Akurat, Pengobatan Tepat: Mengenal Fungsi CT Scan, MRI, dan Proses Radioterapi pada Kanker Serviks”. Materi ini berhasil membuka wawasan peserta mengenai teknologi radiologi modern dan meluruskan stigma negatif atau ketakutan masyarakat terhadap proses terapi radiasi di rumah sakit.
Tidak hanya memberikan penyuluhan lisan, tim PkM juga melakukan aksi simbolis berupa penyerahan poster edukasi kepada pihak Puskesmas Rusunawa dan perwakilan kader Posyandu Teratai 2. Keberadaan poster ini diharapkan dapat menjadi media edukasi berkelanjutan bagi warga yang berkunjung ke fasilitas kesehatan tersebut.
Untuk mengukur efektivitas program, panitia menggelar evaluasi berupa pretest dan posttest. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dari para peserta terkait alur penanganan kanker serviks.
Suasana kegiatan pun berlangsung sangat hangat dan interaktif. Antusiasme peserta yang luar biasa terlihat dari sesi tanya jawab yang mengalir aktif, mencairkan suasana, dan diperiahkan dengan pembagian doorprize menarik bagi para kader dan warga yang hadir.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Al Islam Bandung telah mendukung mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Disamping itu, Politeknik Al Islam Bandung juga berharap bahwa melalui program PkM Dosen ini dapat terus menyalakan api kesadaran masyarakat bahwa mencegah dan mendeteksi kanker sejak dini jauh lebih mudah serta menyelamatkan nyawa dibandingkan mengobatinya di stadium lanjut.


