BANDUNG – Politeknik Al Islam Bandung sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kurikulum Program Studi yang bertempat di Kampus Politeknik Al Islam Bandung, pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan kolaboratif ini bertujuan untuk membahas dan menyelaraskan kebutuhan kompetensi lulusan agar tetap relevan dengan dinamika perkembangan industri dan profesi saat ini.
Rangkaian acara dimulai pada pukul 08.00 WIB yang diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran, serta penyanyian lagu kebangsaan dan hymne kampus. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Direktur Politeknik Al Islam, dr. Shiane Hanako Sheba, MKM., MCE.
Memasuki agenda inti, kegiatan diskusi dibagi ke dalam beberapa ruangan khusus (breakout room) selama kurang lebih 160 menit. Tiga Program Studi (Prodi) yang terlibat, yakni Prodi Administrasi Rumah Sakit (ARS), Prodi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (TRO), serta Prodi Terapi Wicara (TW), duduk bersama dengan organisasi profesi dan mitra industri.
Dalam sesi diskusi tersebut, masing-masing prodi memaparkan kurikulum yang ada saat ini (existing) beserta hasil evaluasinya. Pihak kampus secara aktif menerima masukan dari organisasi profesi terkait standar kompetensi (seperti SKKNI/KKNI), serta mendengarkan identifikasi keterampilan baru dari mitra industri yang perlu dimasukkan ke dalam kurikulum. Seluruh masukan ini akan dirumuskan sebagai dasar revisi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) maupun Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Setelah jeda Istirahat, Salat, dan Makan (ISHOMA) pada pukul 11.30 hingga 13.00 WIB, para peserta kembali berkumpul dalam sesi pleno. Perwakilan dari Prodi ARS, TRO, dan TW secara bergiliran mempresentasikan hasil rumusan masukan kurikulum dari masing-masing breakout room ke hadapan seluruh forum.
Kegiatan FGD yang berlangsung produktif ini berjalan lancar sesuai jadwal dan resmi ditutup pada pukul 14.30 WIB, yang diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia. Melalui evaluasi ini, Politeknik Al Islam Bandung berharap dapat terus mencetak lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja sesuai standar industri profesional.






