BANDUNG — Persoalan sampah seringkali dianggap sebagai muara akhir yang tak bernilai. Namun, di tangan kolaborasi akademisi dan penggiat lingkungan, tumpukan sampah justru bertransformasi menjadi siklus kehidupan yang berkelanjutan. Semangat perubahan inilah yang dibawa oleh civitas academica Politeknik Al Islam Bandung saat menggelar studi banding ke Jasmine Integrated Farming, Antapani, pada Senin (26/10/2026).

Kunjungan ini bukanlah sekadar tamasya akademik biasa, melainkan langkah konkret dari implementasi Program Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (GRADASI). Fokus utamanya sangat tajam: Pengelolaan Sampah Berbasis Socio-Engineering atau rekayasa sosial.

Di kawasan Jasmine Integrated Farming yang asri dan sarat inovasi, puluhan mahasiswa Politeknik Al Islam Bandung yang didampingi langsung oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terjun langsung mempelajari ekosistem pengelolaan limbah terpadu. Mereka menyaksikan secara langsung bagaimana sampah organik rumah tangga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan diolah kembali melalui budidaya maggot (lalat tentara hitam/BSF), pengomposan, hingga terintegrasi dengan sistem urban farming yang menopang ketahanan pangan lokal.

Pendekatan socio-engineering menjadi urat nadi dalam kegiatan ini. Para mahasiswa diedukasi bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat (rekayasa sosial). Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dirancang untuk menjadi fasilitator yang mampu merangkul warga, membangun kesadaran kolektif, dan menciptakan kebiasaan baru dalam memilah serta mengolah sampah dari sumbernya.

Inisiatif lingkungan di Kecamatan Antapani ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi tridharma perguruan tinggi yang sejalan dengan visi besar LLDIKTI Wilayah IV dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mahasiswa tidak hanya dicekoki teori di balik meja kampus, tetapi langsung ditempa oleh realitas lapangan. Mereka diajak berdialog, mengobservasi, dan merumuskan strategi edukasi yang paling membumi untuk diterapkan kepada masyarakat.

Studi banding ke Jasmine Integrated Farming ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya ide-ide segar. Dengan bekal wawasan praktis dari para praktisi lapangan, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Politeknik Al Islam Bandung diproyeksikan mampu melahirkan blue print sistem pengelolaan sampah yang tak hanya menyelamatkan lingkungan, namun juga menghidupkan roda ekonomi sirkular warga Antapani.

Dari sebuah kunjungan di sudut Antapani, langkah nyata akademisi Politeknik Al Islam Bandung ini membuktikan bahwa kampus harus selalu menjadi mata air solusi bagi persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat.