Di balik dedikasi mereka dalam mempelajari ilmu pemulihan komunikasi manusia, mahasiswa program studi Terapi Wicara membuktikan bahwa mereka tidak hanya ahli dalam menolong orang lain bersuara, tetapi juga piawai dalam merangkai kata hingga menjadi karya yang diakui di tingkat nasional.
Kebanggaan ini baru saja ditorehkan oleh dua mahasiswa berbakat, Abdul Fattah Al Mubdi dan Sabrina Lazuardian Insyirah, yang berhasil membawa pulang gelar Juara 2 dari dua ajang bergengsi yang berbeda pada tahun 2026.
Prestasi pertama datang dari pemikiran kritis Abdul Fattah Al Mubdi. Ia berhasil menyabet posisi Juara 2 dalam Lomba Esai pada peringatan Hari Kesehatan Internasional 2026. Lewat tulisan esainya, Fattah membuktikan bahwa mahasiswa Terapi Wicara memiliki kepekaan analitis yang tajam terhadap isu-isu kesehatan global, serta mampu menuangkan gagasan solutifnya ke dalam sebuah tulisan yang menggugah para dewan juri.
Tidak berhenti di ranah ilmiah, prestasi bernilai seni juga sukses diraih oleh Sabrina Lazuardian Insyirah. Sabrina berhasil keluar sebagai Juara 2 Lomba Puisi di ajang HARDIKES National Competition. Melalui bait-bait puisinya, Sabrina menunjukkan bahwa ranah medis dan kesehatan tidak selalu kaku. Ia berhasil menyuntikkan empati, rasa, dan estetika yang indah lewat puisi, sebuah kemampuan olah rasa yang tentunya sangat berharga bagi seorang calon terapis wicara.
Keberhasilan Fattah dan Sabrina ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah pembuktian bagi seluruh keluarga besar Terapi Wicara. Mereka telah mendobrak batasan dan menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan kesehatan pun bisa berjaya di bidang literasi dan seni di tingkat nasional.
Kemenangan dua mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi oase inspirasi sekaligus pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya. Seperti sebuah lari estafet, tongkat prestasi ini kini menanti untuk diteruskan.
Bagi para mahasiswa yang tengah berjuang dan berkarya, jadikan langkah Fattah dan Sabrina sebagai motivasi. Mari kita tunggu siapa lagi yang berani melangkah maju, membawa nama harum almamater, dan dengan penuh keyakinan berucap, “Bismillah, nyusul!”


